Banyak yang mengira menulis itu menuangkan pikiran yang sudah jadi. Pengalaman saya sebaliknya: pikiran itu setengah jadi, dan menulis adalah cara menyelesaikannya.
Ketika sebuah ide hanya ada di kepala, ia terasa utuh. Begitu ditulis, lubangnya kelihatan: premis yang melompat, contoh yang tidak nyambung, kesimpulan yang tidak mengikuti. Tulisan tidak mengekspos ide, tulisan menguji ide.
Menulis untuk satu pembaca
Tulisan teknis yang baik selalu punya satu pembaca bayangan: seseorang yang cukup pintar untuk mengerti, tapi belum tahu apa yang kamu tahu. Menulis untuk semua orang adalah cara lain menulis untuk tidak ada siapa-siapa.
Terbitkan sebelum yakin
- Yakin datang setelah terbit, bukan sebelumnya.
- Artikel yang setengah sempurna lebih berguna daripada catatan yang sempurna di draft.
- Umpan balik adalah revisi yang tidak bisa kamu lakukan sendirian.
Jadi blog ini bukan tempat saya memamerkan pemahaman, melainkan tempat memaksakan diri untuk paham.